Bagaimana Cinta Menurut Psikologi - Info Namina

    Social Items

Cinta menurut psikologi akan menjelaskan cinta dari sudut pandang psikologi. Bagaimana cinta berpengaruh terhadap perilaku manusia. Cinta memiliki keunikan tersendiri yang ternyata mampu memberikan stimulus tersendiri kepada manusia untuk bertindak bahkan stimulus yang mampu memberikan ransangan pada produksi hormon yang cara kerjanya tidak disadari oleh manusia itu sendiri.

Bagaimana Cinta Menurut Psikologi

Pembahasan tentang cinta menurut psikologi memiliki daya tarik tersendiri. Untuk memahami cinta dari sudut pandang psikologi kami mulai dari melihat pandangan para ahli psikologi tentang pengertian cinta, unsur-unsur yang terdapat dalam konsep cinta, ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta dan manfaat cinta secara psikologis.

Setiap orang tentunya memiliki definisi masing-masing tentang cinta. Karena pada dasarnya cinta bukanlah sebuah ilmu pasti yang memiliki definisi yang disepakati secara umum. Tergantung dari sudut pandang mana mereka melihatnya. Para ahli psikologi memiliki pandangan tersendiri tentang cinta. Berikut ini beberapa pendapat ahli psikologi tentang cinta.

Abraham Maslow

Abraham Maslow mengatakan bahwa cinta merupakan proses aktualisasi diri yang mana dapat membuat orang melakukan beragam tindakan-tindakan kreatif dan produktif.

Erich Fromm

Menurut Erich Fromm cinta adalah sesuatu yang aktif yang mana dapat memecahkan tembok yang menjadi pemisah dari manusia dan teman-temannya, yang dapat menyatukan seseorang dengan orang lainnya.

Robert Stenberg

Menurut Robert Stenberg cinta merupakan sebuah kisah, yang mana ditulis setia orang. Dimana di dalam kisah tersebut akan merefleksikan dari minta, kepribadian, serta perasaan seseorang kepada sebuah hubungan.

Ashley Montagu

Menurut Ashley Montagu Cinta adalah sebuah perasaan memperhatikan , menyukai, menyayangi secara mendalam yang disertai rasa rindu serta hasrat kepada sebuah objek.

Dari beberapa pengertian yang disampaikan oleh para ahli psikologi di atas, terlihat bahwa cinta menurut psikologi memberikan kekuatan kepada manusia secara psikologis. Ada perubahan dari perilaku yang terjadi pada orang yang merasakan cinta. Ada kekuatan tambahan dari dalam diri yang terjadi tanpa disadari. Cinta memberikan kekuatan, menumbuhkan rasa kasih sayang, menunjukkan rasa kepedulian dan sejumlah perubahan secara psikologis lainnya.

Unsur-unsur Dalam Konsep Cinta


Erich Fromm mengatakan bahwa ada empat unsur dalam konsep cinta yaitu Care (Perhatian), Responsibility (Tanggung Jawab), Respect (Hormat), Knowledge (Pengetahuan).

Perhatian

Unsur cinta yang pertama adalah perhatian. Tanpa adanya perhatian maka seseorang tidak akan merasakan cinta. Maka sangat wajar jika pasangan anda sangat menuntut perhatian. Perhatian mulai dari hal-hal yang sangat sederhana sampai perhatian dengan memberikan surprise (Kejutan).

Tanggung Jawab

Cinta tanpa tanggung jawab maka tidak akan bermakna apa-apa. Hubungan cinta yang bisa bertahan kuat harus dilandasi dengan tanggung jawab masing-masing pasangan. Dengan adanya tanggung jawab maka rasa saling percaya akan muncul dengan sendirinya.

Hormat

Hal paling penting yang harus ada sebagai unsur cinta adalah hormat. Tanpa rasa hormat antara pasangan maka sangat sulit menjalani hubungan. Rasa hormat lahir karena adanya pengertian tentang perbedaan yang dimiliki, perbedaan tersebut yang harus dihormati.

Pengetahuan

Satu lagi unsur cinta yang tidak bisa diabaikan adalah pengetahuan. Pengetahuan sangat penting dalam membangun hubungan cinta. Karena tanpa adanya pengetahuan maka akan sangat sulit mengekspresikan rasa cinta dan menyalurkannya.

Ciri-Ciri Orang Jatuh Cinta


Orang yang sedang jatuh cinta memiliki ciri-ciri tersendiri. Sangat mudah terlihat karena sangat sulit untuk disembunyikan. Semua tergambar jelas dari tindakan, percakapan, dan tingkah lakunya. Berikut ini urutan dari ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta.

Rasa Kagum

Jatuh cinta biasanya dimulai dengan rasa kagum. Adanya hal menarik dari seseorang yang membuat rasa kagum itu muncul. Berawal dari rasa kagum tersebut akan 'memaksa' seseorang untuk terus melakukan pertemuan dan akhirnya jatuh cinta.

Ingatan

Hal yang paling mudah dirasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta adalah ingatan tentang orang yang dicintai. Hal-hal yang diingat pastinya adalah sesuatu yang dikagumi dari orang tersebut. Entah karena kecantikan, kecerdasan, tingkah laku atau apapaun itu. Ingat tersebut akan terus hadir, apalagi ketika sedang sendiri.

Pengorbanan

Ketika orang sedang jatuh cinta, maka akan selalu berusaha menjadi yang terbaik dihadapan orang yang dicintainya. Siap berkorban untuk berusaha membahagiakan orang yang dicintainya. Terlepas dari cinta tersebut terbalas atau tidak, pengorbanan seolah menjadi pembuktian layak atau tidaknya cintanya mendapat balasan.

Ketertarikan Seksual

Ciri terakhir dari orang yang sedang jatuh cinta adalah ketertarikan seksual. Seseorang yang sedang jatuh cinta akan selalu ingin bertemu dengan orang yang dicintainya. Selalu ingin melakukan kontak fisik sebagai bentuk penyaluran dari rasa cinta yang dimilikinya. Menggenggam tangan, membelai rambut, dan kontak fisik lainnya akan selalu membuatnya bahagia dan merasakan cintanya tersalurkan.


Manfaat Jatuh Cinta Menurut Psikologi


Jatuh cinta tentunya memiliki sangat banyak manfaat. Maka tidak heran ketika manusia dewasa mulai merasakan jatuh cinta. Membangun hubungan cinta tentunya selain menyalurkan kasih sayang, ada manfaat secara psikologis yang bisa didapatkan.

Merasakan Kegembiraan

Orang yang sedang jatuh cinta akan selalu merasakan kegembiraan. Perasaan gembira ini bisa dilihat dari film-film tentang cinta yang memperlihatkan ekspresi kegembiraan. Rasa gembira itu muncul karena peningkatan kadar neurotransmitter dopamine yang ada pada otak.

Mengurangi Depresi

Jatuh cinta juga ternyata mampu mengurangi depresi. Tentunya karena pada saat jatuh cinta atau sedang merasakan cinta semua hal menjadi indah. Tidak ada beban yang terasa berat. Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa saat seseorang jatuh cinta, produksi hormon kebahagiaan menjadi meningkat.

Meningkatkan Konsentrasi

Manfaat jatuh cinta juga ternyata mampu meningkatkan konsentrasi seseorang. Orang yang sedang jatuh cinta akan mulai terbiasa dengan peduli pada orang yang dicintainya. Mulai memperhatikan hal-hal detail tentang apa yang dibutuhkan pasangannya. Hal itu ternyata membawa dampak positif pada produktivitas kerja dan konsentrasinya.

Demikian pembahasan kami tentang cinta menurut psikologi. Semoga menjadi tambahan wawasan tentang psikologi dan cinta.

Bagaimana Cinta Menurut Psikologi

Cinta menurut psikologi akan menjelaskan cinta dari sudut pandang psikologi. Bagaimana cinta berpengaruh terhadap perilaku manusia. Cinta memiliki keunikan tersendiri yang ternyata mampu memberikan stimulus tersendiri kepada manusia untuk bertindak bahkan stimulus yang mampu memberikan ransangan pada produksi hormon yang cara kerjanya tidak disadari oleh manusia itu sendiri.

Bagaimana Cinta Menurut Psikologi

Pembahasan tentang cinta menurut psikologi memiliki daya tarik tersendiri. Untuk memahami cinta dari sudut pandang psikologi kami mulai dari melihat pandangan para ahli psikologi tentang pengertian cinta, unsur-unsur yang terdapat dalam konsep cinta, ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta dan manfaat cinta secara psikologis.

Setiap orang tentunya memiliki definisi masing-masing tentang cinta. Karena pada dasarnya cinta bukanlah sebuah ilmu pasti yang memiliki definisi yang disepakati secara umum. Tergantung dari sudut pandang mana mereka melihatnya. Para ahli psikologi memiliki pandangan tersendiri tentang cinta. Berikut ini beberapa pendapat ahli psikologi tentang cinta.

Abraham Maslow

Abraham Maslow mengatakan bahwa cinta merupakan proses aktualisasi diri yang mana dapat membuat orang melakukan beragam tindakan-tindakan kreatif dan produktif.

Erich Fromm

Menurut Erich Fromm cinta adalah sesuatu yang aktif yang mana dapat memecahkan tembok yang menjadi pemisah dari manusia dan teman-temannya, yang dapat menyatukan seseorang dengan orang lainnya.

Robert Stenberg

Menurut Robert Stenberg cinta merupakan sebuah kisah, yang mana ditulis setia orang. Dimana di dalam kisah tersebut akan merefleksikan dari minta, kepribadian, serta perasaan seseorang kepada sebuah hubungan.

Ashley Montagu

Menurut Ashley Montagu Cinta adalah sebuah perasaan memperhatikan , menyukai, menyayangi secara mendalam yang disertai rasa rindu serta hasrat kepada sebuah objek.

Dari beberapa pengertian yang disampaikan oleh para ahli psikologi di atas, terlihat bahwa cinta menurut psikologi memberikan kekuatan kepada manusia secara psikologis. Ada perubahan dari perilaku yang terjadi pada orang yang merasakan cinta. Ada kekuatan tambahan dari dalam diri yang terjadi tanpa disadari. Cinta memberikan kekuatan, menumbuhkan rasa kasih sayang, menunjukkan rasa kepedulian dan sejumlah perubahan secara psikologis lainnya.

Unsur-unsur Dalam Konsep Cinta


Erich Fromm mengatakan bahwa ada empat unsur dalam konsep cinta yaitu Care (Perhatian), Responsibility (Tanggung Jawab), Respect (Hormat), Knowledge (Pengetahuan).

Perhatian

Unsur cinta yang pertama adalah perhatian. Tanpa adanya perhatian maka seseorang tidak akan merasakan cinta. Maka sangat wajar jika pasangan anda sangat menuntut perhatian. Perhatian mulai dari hal-hal yang sangat sederhana sampai perhatian dengan memberikan surprise (Kejutan).

Tanggung Jawab

Cinta tanpa tanggung jawab maka tidak akan bermakna apa-apa. Hubungan cinta yang bisa bertahan kuat harus dilandasi dengan tanggung jawab masing-masing pasangan. Dengan adanya tanggung jawab maka rasa saling percaya akan muncul dengan sendirinya.

Hormat

Hal paling penting yang harus ada sebagai unsur cinta adalah hormat. Tanpa rasa hormat antara pasangan maka sangat sulit menjalani hubungan. Rasa hormat lahir karena adanya pengertian tentang perbedaan yang dimiliki, perbedaan tersebut yang harus dihormati.

Pengetahuan

Satu lagi unsur cinta yang tidak bisa diabaikan adalah pengetahuan. Pengetahuan sangat penting dalam membangun hubungan cinta. Karena tanpa adanya pengetahuan maka akan sangat sulit mengekspresikan rasa cinta dan menyalurkannya.

Ciri-Ciri Orang Jatuh Cinta


Orang yang sedang jatuh cinta memiliki ciri-ciri tersendiri. Sangat mudah terlihat karena sangat sulit untuk disembunyikan. Semua tergambar jelas dari tindakan, percakapan, dan tingkah lakunya. Berikut ini urutan dari ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta.

Rasa Kagum

Jatuh cinta biasanya dimulai dengan rasa kagum. Adanya hal menarik dari seseorang yang membuat rasa kagum itu muncul. Berawal dari rasa kagum tersebut akan 'memaksa' seseorang untuk terus melakukan pertemuan dan akhirnya jatuh cinta.

Ingatan

Hal yang paling mudah dirasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta adalah ingatan tentang orang yang dicintai. Hal-hal yang diingat pastinya adalah sesuatu yang dikagumi dari orang tersebut. Entah karena kecantikan, kecerdasan, tingkah laku atau apapaun itu. Ingat tersebut akan terus hadir, apalagi ketika sedang sendiri.

Pengorbanan

Ketika orang sedang jatuh cinta, maka akan selalu berusaha menjadi yang terbaik dihadapan orang yang dicintainya. Siap berkorban untuk berusaha membahagiakan orang yang dicintainya. Terlepas dari cinta tersebut terbalas atau tidak, pengorbanan seolah menjadi pembuktian layak atau tidaknya cintanya mendapat balasan.

Ketertarikan Seksual

Ciri terakhir dari orang yang sedang jatuh cinta adalah ketertarikan seksual. Seseorang yang sedang jatuh cinta akan selalu ingin bertemu dengan orang yang dicintainya. Selalu ingin melakukan kontak fisik sebagai bentuk penyaluran dari rasa cinta yang dimilikinya. Menggenggam tangan, membelai rambut, dan kontak fisik lainnya akan selalu membuatnya bahagia dan merasakan cintanya tersalurkan.


Manfaat Jatuh Cinta Menurut Psikologi


Jatuh cinta tentunya memiliki sangat banyak manfaat. Maka tidak heran ketika manusia dewasa mulai merasakan jatuh cinta. Membangun hubungan cinta tentunya selain menyalurkan kasih sayang, ada manfaat secara psikologis yang bisa didapatkan.

Merasakan Kegembiraan

Orang yang sedang jatuh cinta akan selalu merasakan kegembiraan. Perasaan gembira ini bisa dilihat dari film-film tentang cinta yang memperlihatkan ekspresi kegembiraan. Rasa gembira itu muncul karena peningkatan kadar neurotransmitter dopamine yang ada pada otak.

Mengurangi Depresi

Jatuh cinta juga ternyata mampu mengurangi depresi. Tentunya karena pada saat jatuh cinta atau sedang merasakan cinta semua hal menjadi indah. Tidak ada beban yang terasa berat. Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa saat seseorang jatuh cinta, produksi hormon kebahagiaan menjadi meningkat.

Meningkatkan Konsentrasi

Manfaat jatuh cinta juga ternyata mampu meningkatkan konsentrasi seseorang. Orang yang sedang jatuh cinta akan mulai terbiasa dengan peduli pada orang yang dicintainya. Mulai memperhatikan hal-hal detail tentang apa yang dibutuhkan pasangannya. Hal itu ternyata membawa dampak positif pada produktivitas kerja dan konsentrasinya.

Demikian pembahasan kami tentang cinta menurut psikologi. Semoga menjadi tambahan wawasan tentang psikologi dan cinta.