Tuesday, May 1, 2018

9 Keutamaan Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Amar ma'ruf (menyeru kepada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran) adalah salah satu ciri khas umat Islam.

9 Keutamaan Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Lazim diketahui, semua amalan yang diperintahkan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam mempunyai banyak keutamaan, termasuk amar ma'ruf nahi munkar.

Berikut ini adalah keutamaan yang terkandung dalam prinsip amar makruf dan nahi munkar seperti yang ditulis Syaikh Dr. Abdul Malik Al-Qasim dalam kitabnya kitab Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan.

Pertama, Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar merupakan tugas utama yang diemban para rasul. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلًا أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut.” (QS. An-Nahl: 36).

Kedua, amar makruf dan nahi munkar adalah karakter dasar yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman,

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُوْنَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُوْنَ لِحُدُوْدِ اللهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah: 112).

Berbeda dengan orang-orang yang menjadi pelaku dosa dan kejahatan yang senantiasa mengajak kepada kemungkaran dan mencegah kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman,

الْمُنَافِقُوْنَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُوْنَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِيْنَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir).

Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah :67).

Ketiga, amar makruf dan nahi munkar adalah sifat orang-orang yang shalih. Allah Ta’ala berfirman,

لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ – يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

“Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (salat).

Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang shalih.” (QS. Ali ‘Imran: 113-114).

Keempat, Amar makruf dan nahi munkar merupakan tanda kemuliaan umat nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Allah Ta’ala berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali-‘Imran: 110).

Kelima, amar makruf nahi munkar salah satu sebab untuk mendapatkan kedudukan di muka bumi. Allah Ta’ala berfirman,

اَلَّذِيْنَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلهِ عَاقِبَةُ الْأُمُوْرِ

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: 41).

Keenam, amar makruf nahi munkar merupakan sarana penting untuk mencapai kemenangan. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَيَنْصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ – اَلَّذِيْنَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلهِ عَاقِبَةُ الْأُمُوْرِ

“Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.

(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: 40-41).

Ketujuh, pahala yang sangat besar bagi orang yang menegakkan amar makruf dan nahi munkar. Allah Ta’ala berfirman,

لَا خَيْرَ فِي كَثِيْرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيْمًا

“Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.

Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.” (QS. An-Nisaa`: 114).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, maka dia akan selalu mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dari pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim).

Kedelapan, amar makruf nahi munkar penjadi penyebab dosa-dosa terampuni. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَاْلأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ

“Dosa-dosa seorang laki-laki terhadap istri, harta benda, diri sendiri, anak, dan tetangganya, dapat dihapus dengan puasa, shalat, bersedekah, dan mendirikan amar makruf dan nahi munkar.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kesembilan, memfungsikan amar makruf dan nahi munkar berarti menjaga lima prinsip yang utama dalam Islam, yakni agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta benda.

Sejatinya, masih banyak keistimewaan lain dari amar makruf nahi munkar. Pada intinya, umat Islam harus senantiasa melakukan perbuatan ini sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Hal ini agar terjauh dari menyerupai sikap kaum Bani Israil yang tidak melakukan amar makruf nahi mungkar di kalangan mereka. Allah Ta’ala berfirman,

لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُوْنَ – كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُوْنَ

“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.” (QS. Al-Ma`idah: 78-79).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ

“Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkara, maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka (hendaklah dia mengubahnya) dengan lisannya.

Jika tidak mampu, maka (hendaklah dia mengubahnya) dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Demikian tulisan yang sederhana ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Silakan tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon