Hukum Zakat Fitrah Bayi dalam Kandungan - Info Namina

Thursday, May 17, 2018

Hukum Zakat Fitrah Bayi dalam Kandungan

Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan oleh seorang muslim yang mampu baik laki-laki maupun perempuan, dimana zakat ini wajib dikeluarkan pada saat hari terakhir bulan Ramadhan, sebelum tenggelamnya matahari. Besaran zakat fitrah ini untuk setiap muslim adalah sebesar 3,5 liter dari makanan pokok yang biasa dikonsumsi setiap harinya. Di Indonesia sendiri zakat fitrah yang dikeluarkan oleh seorang muslim berupa beras dengan takaran sekitar 2,5 kg, dimana beras memang lebih banyak dijadikan sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. Zakat fitrah tersebut nantinya akan dikelola dan disalurkan oleh badan amil zakat, yang terbagi dalam setiap wilayah domisili masyarakat Indonesia.

Hukum Zakat Fitrah Bayi dalam Kandungan

Hukum zakat fitrah ini adalah wajib bagi mereka seorang muslim yang memang telah memiliki kemampuan, tanpa memandang status mereka baik kaya ataupun miskin. Tujuan dari zakat fitrah in adalah untuk mensucikan puasa yang mereka lakukan, dari berbagai ucapan ataupun perbuatan yang tidak berguna. Selain itu zakat fitrah yang kita keluarkan, juga memungkinkan kita untuk mensejahterakan saudara-saudara muslim kita disaat hari raya, dan menghindarkan mereka dari meminta-minta di hari kemenangan.

Dalam membayarkan zakat fitrah ini, terkadang banyak timbul pertanyaan dalam diri seorang bu, khususnya mereka yang sedang mengalami masa kehamilan. Apakah wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat bagi janin yang sedang dikandungnya. Lalu bagaimana hukum zakat fitrah bagi seorang ibu yang sedang mengandung? Apakah zakat wajib dikeluarkan dalam jumlah ganda, karena terdapat janin dalam tubuh ibu tersebut? Berikut ini sedikit ulasan mengenai hukum zakat fitrah bayi dalam kandungan, yang mungkin akan dapat menjawab pertanyaan Anda untuk membayarkan atau tidak zakat bagi janin yang sedang Anda kandung.

Menurut banyak ulama, janin yang masih dikandung oleh seorang ibu, tidak diwajibkan untuk mengeluarkan besaran zakat baginya. Hal ini lebih dikarenakan oleh beberapa alasan. Adapun alasan yang menyebabkan bayi yang masih berada dalam kandungan seorang ibu tidak diwajibkan untuk dikeluarkan zakat fitrah atasnya, yang antara lain adalah :

  • Bayi yang dikandung oleh seorang ibu, mungkin saja dapat dilahirkan dengan kondisi yang tidak selamat.
  • Bayi tidak memiliki dosa, sebelum mereka terlahirkan kedua.
  • Tujuan zakat fitrah adalah mensucikan puasa seorang muslim, sedangkan bayi tidak mengalami masa berpuasa.

Namun pendapat banyak ulama tersebut, tidak sepenuhnya disetujui oleh ulama lainnya. Sebagian ulama mengatakan bahwa bayi yang sudah berusia 4 bulan dalam masa kandungan ibu mereka dan telah mengalami bentuk yang sempurna, maka wajib atasnya untuk dikeluarkan zakat. Perbedaan pendapat diantara ulama inilah, yang kemudian sedikit membuat kerancuan di kaum muslim. Bagi Anda yang memang masih mengandung, akan lebih baik Anda mengeluarkan zakat jika memang kandungan Anda telah mencapai usia 4 bulan, meskipun terdapat aturan wajib ataupun tidak.
Disqus comments