Tuesday, June 5, 2018

Cara Menjadi Pemimpin yang Inspiratif

Kamu sebagai pemimpin sering merasa frustasi dan kecewa karena tim atau karyawanmu tidak bekerja sesuai ekspektasimu? Bisa jadi mereka tidak mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan bukan semata karena mereka tidak punya kapasitas yang mumpuni tapi karena mereka tidak merasa termotivasi dan terinspirasi di tempat kerja.

Cara Menjadi Pemimpin yang Inspiratif

Ini yang bisa kamu lakukan untuk menjadi pemimpin yang menginspirasi anggota tim kamu agar mereka bisa menyelesaikan pekerjaan dengan hasil terbaik.

1. Menunjukkan Apresiasi terhadap Tim


Masukkan ke dalam rutinitas harianmu untuk menunjukkan apresiasi kepada tim, bahkan untuk keberhasilan yang paling kecil sekalipun. Ketika karyawan merasa diapresiasi, mereka akan lebih menghargai kinerja mereka sendiri dan akan lebih semangat memberikan kontribusi lebih pada pekerjaannya.

Bahkan menurut Allison Maslan, Business Coach yang juga menulis buku Blast Off! The Surefire Success Plan to Launch Your Dreams Into Reality (2009), coba adakan rapat mingguan untuk merayakan kesuksesan dan pencapaian individu atau tim yang kamu punya. Kamu akan mendapatkan momentum positif yang bisa menyebar di kantormu.

Apresiasi juga bisa diberikan dengan sesederhana mengucapkan “terima kasih”. Ini menunjukkan rasa bersyukurmu karena telah terbantu. Kalimat sederhana seperti, “terima kasih, project ini tidak mungkin akan terwujud tanpa bantuanmu,” itu sudah sangat cukup untuk menginspirasi timmu.

2. Berikan Respek


Menurut Glenn Llopis, penulis buku The Innovation Mentality: Six Strategies to Disrupt the Status Quo and Reinvent the Way We Work (2017), bukan sekadar apresiasi atau pujian yang perlu kamu berikan, tapi lebih dari itu tunjukkan respek terhadap kerja karyawan kamu.

“Melalui respek yang kamu berikan, kamu melatih karyawanmu tentang pentingnya menghargai kinerja orang lain, dan ini akan menuntun mereka bagaimana mereka mendapatkan respek. Ketika kamu memberi respek, mereka juga akan terinspirasi dari contoh teladan yang kamu lakukan,” ujar Llopis.

Dengan begitu mereka juga akan terbiasa menghargai kerja orang lain yang membantu mereka, tidak hanya di kantor, tapi di mana pun mereka berada.

3. Berikan Kesempatan pada Tim untuk Berkembang Secara Personal


Pemimpin yang inspiratif tidak hanya berfokus pada tanggung jawab yang harus diselesaikan timnya, tapi juga peduli pada pertumbuhan profesional dan pengembangan diri dari karyawannya. Pemimpin yang inspiratif harus meluangkan waktu mereka untuk membimbing karyawan.

Karyawan yang dibimbing dengan baik untuk mengembangkan diri akan mengeluarkan potensi terbaik dari dalam dirinya. Yang perlu kamu bina tidak hanya pengembangan kinerja tapi juga jaringan dan peluang, misalnya memberikan buku yang kamu yakin akan membantu timmu maju dan berkembang.

4. Biarkan Tim Punya Rasa Memiliki terhadap Perusahaan


Kamu mungkin bersemangat dengan perusahaan yang kamu pimpin, tapi apakah semangat yang kamu miliki itu sama dengan semangat karyawan yang bekerja bersamamu? Untuk mengatasi hal ini kamu perlu memberikan kepada karyawanmu perasaan memiliki (feeling of ownership).

Bicarakan kepada timmu bahwa betapa pentingnya peran karyawan untuk visi dan misi perusahaan. Biarkan mereka tahu, bahwa tujuan-tujuan perusahaan tidak akan tercapai tanpa kontribusi mereka. Tanyakan pada mereka bagaimana perasaan mereka dan bagaimana mereka bisa memberikan kontribusi terbaik. Ketika mereka merasa perannya penting dan dibutuhkan, mereka akan memberikan yang terbaik untuk perusahaanmu.

Rasa memiliki bisa hadir ketika mereka diberikan kebebasan berekspresi untuk berkreasi pada pekerjaan yang mereka lakukan. Ketika mereka merasa nyaman bekerja, lambat laun akan timbul rasa memiliki dan rasa peduli mereka terhadap perusahaanmu.

5. Berempati Secara Tulus


Dalam empati ada kemampuan untuk mendengarkan. Tanpa empati, kamu tidak bisa membangun tim dan melahirkan generasi calon pemimpin-pemimpin baru. Menurut Prudence Gourguechon, psikiater dan psikoanalisis yang membuka jasa konsultasi psikologi bisnis di Amerika Serikat, tanpa empati kamu tidak akan menginspirasi timmu dan mendapatkan loyalitas dari mereka.

Empati adalah kemampuan untuk memahami pengalaman, perspektif, dan perasaan orang lain. Ini merupakan kemampuan untuk menempatkan diri kamu dalam posisi orang lain. “Pastikan kamu menilai bagaimana perasaan mereka di posisi mereka, bukan bagaimana perasaanmu di posisi mereka,” ujar Gourguechon.

Ia mengatakan bahwa empati merupakan satu dari lima kapasitas kognitif dan ciri kepribadian yang harus dimiliki setiap pemimpin di samping self awareness, trust atau kepercayaan, berpikir kritis, dan disiplin atau pengendalian diri.

Dapatkah empati dipelajari? “Empati bisa dipelajari dalam taraf tertentu. Akan tetapi, empati adalah sifat bawaan manusia. Ada orang yang memang terlahir punya empati lebih besar, ada juga yang pada dasarnya minim. Beberapa orang ada yang berbakat secara alami dengan cepat dapat merasakan pengalaman orang lain, beberapa lagi tidak punya kemampuan itu,” ujar Prudence.

Pastikan kamu melatih empati secara tulus. Bukan yang pura-pura peduli atau yang hanya sekadar basa-basi. Karena empati yang tulus dan penuh kepalsuan bisa dibedakan. Jika kamu hanya berpura-pura empati, kamu akan mendapat cap jelek dari bawahan sebagai pemimpin yang manipulatif.

Silakan tambahkan komentar Anda
EmoticonEmoticon