Bias Kognitif yang Membuat Anda Tidak Rasional

Bias Kognitif yang Membuat Anda Tidak Rasional

Otak manusia mampu melakukan 1016 proses per detik, jauh lebih cepat dari yang bisa dilakukan komputer yang paling modern sekalipun. Tapi itu tidak berarti otak kita tidak mempunyai keterbatasan utama.

Bias Kognitif yang Membuat Anda Tidak Rasional

Kalkulator sederhana bisa melakukan perhitungan matematika ribuan kali lebih baik daripada kita manusia, dan memori kita sering kali tidak berguna sama sekali plus, kita cenderung mengalami bias kognitif, gangguan-gangguan yang mengganggu dalam pikiran kita hingga menyebabkan kita membuat keputusan-keputusan yang kemudian menimbulkan pertanyaan dan mengambil kesimpulan-kesimpulan yang salah. Di bawah ini adalah 12 Bias Kognitif yang Membuat Anda Tidak Rasional.
Gangguan Narsisme

Gangguan Narsisme

Pernahkah Anda narsis? Di hadapan teman-teman Anda mungkin, atau sang pacar barangkali?

Narsis ternyata juga masuk dalam gangguan kepribadian. Tepatnya gangguan kepribadian narsistik. Anda boleh tidak percaya dan barang kali, memang perlu sebuah bukti ilmiahnya.

Gangguan Narsisme

Bagi orang psikologi, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya Buku pegangan PPDGJ dan DSM IV-TR. Dalam buku tersebut dijelaskan, adanya aksis II yaitu gangguan kepribadian.
Undang-Udang Kepemilikan Tanah dan UUP Agraria

Undang-Udang Kepemilikan Tanah dan UUP Agraria

Beberapa waktu yang lalu jagat tanah air dihebohkan dengan pemberitaan bahwa program bagi-bagi kepemilikan sertifikasi tanah yang diberikan presiden Jokowi adalah pengibulan. Tidak main-main, yang melontarkan pernyataan tersebut adalah Amien Rais.

Undang-Udang Kepemilikan Tanah dan UUP Agraria

Bapak reformasi ini selalu mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi, semua yang dilakukan pemerintah selalu salah. Menurut Tri Sutrisno mantan wakil presiden RI era Soeharto, Amien Rais adalah penghianat bangsa.
Fungsi dan Jenis Diskusi

Fungsi dan Jenis Diskusi

Fungsi dan Jenis Diskusi - Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai DISKUSI yang terdiri dari Pengertian Diskusi, Unsur-unsur Diskusi, Fungsi Diskusi, Manfaat Diskusi, Tujuan Diskusi, dan Jenis-jenis Diskusi. Langsung saja kita masuk ke pembahasannya.

Fungsi dan Jenis Diskusi

A. Pengertian Diskusi


Diskusi berasal dari kata Latin, yakni discutio atau discusium yang berarti bertukar pikiran. Namun, tidak semua proses yang menggunakan prinsip bertukar pikiran dapat disebut dengan diskusi. Proses bertukar pikiran yang dapat dikatakan sebuah diskusi merupakan bertukar pikiran yang terarah, ada proses perjalanannya, da nada hasil yang dicapai. Oleh karena itu, di dalam sebuah diskusi membutuhkan topik yang berguna untuk didiskusikan.
Peran Manajer Dalam Pengembangan Tim

Peran Manajer Dalam Pengembangan Tim

Peran Manajer Dalam Pengembangan Tim - Tulisan ini terinspirasi dari beberapa kisah saya bertemu manajer atau mendengar cerita tentang manajer yang ternyata sangat concern terhadap skill development. Peran manajer dalam pengembangan kemampuan tim sangat vital. Manajer menjadi perpanjangan tim HR dalam melakukan analisis kekuatan dan kelemahan tim, dan bagaimana mengisi gap yang ada melalui pengembangan kemampuan.

Peran Manajer Dalam Pengembangan Tim

Mengasah gergaji


Bab yang paling saya sukai dari buku ‘The 7 Habits of Highly Effective People’ karya Stephen R. Covey adalah Sharpen the Saw, atau dalam bahasa Indonesianya adalah mengasah gergaji. Mengasah gergaji merupakan salah satu enabler atau tool yang paling dahsyat untuk menghasilkan sebuah proses dan kreasi yang mangkus dan sangkil. Peran manajer dalam pengembangan kemampuan tim.
Mengajarkan dan melakukan

Mengajarkan dan melakukan

Mengajarkan dan melakukan adalah 2 hal yang berbeda. Saya ingin berbagi pandangan saya mengenai kegiatan mengajarkan dan melakukan berdasarkan pengalaman saya dan juga hasil diskusi dengan beberapa sahabat.

Mengajarkan dan melakukan

Suatu hari saya mencari kata ‘do teach’ di mesin pencari Google, menarik sekali melihat rekomendasi gambar (image) yang muncul: banyak gambar dengan kutipan “Those who can, do. Those who can’t, teach”. Ini tentu bukan cerita yang baik untuk para pengajar. Pengajar, dalam artikel ini, adalah semua orang yang mengajarkan sesuatu hal, tidak hanya terkait profesi seperti guru atau dosen. Artikel ini ingin membicarakan secara singkat pandangan saya mengenai kegiatan mengajarkan dan melakukan yang ternyata bisa saling berbeda, saling mengisi, atau saling menguatkan.
Cara Menentukan Pilihan

Cara Menentukan Pilihan

Cara Menentukan Pilihan - Suatu hari, di sebuah media sosial, dalam suasana menjelang pilkada, saya menemukan salah seorang teman saya memberikan komentar di akun temannya, “sekolah tinggi-tinggi, kok informasi seperti itu disebarluaskan”. Jika saya melihat status temannya, saya melihat sebuah silogisme yang kurang tepat, namun menarik untuk disebarluarkan karena isu tersebut memang sedang panas-panasnya untuk diangkat lalu dibagikan ke teman-teman apalagi ke mereka yang memiliki pilihan yang sama. Teman saya mempertanyakan tingkat intelektual seseorang berdasarkan pada pilihan yang dia buat. Menentukan Pilihan.

Cara Menentukan Pilihan

Jujur, saya tidak sependapat dengan teman saya. Buat saya, berdasarkan observasi sehari-hari, tingkat intelektual seseorang tidak selalu berkorelasi lurus terhadap pada pilihan yang dia buat. Menentukan pilihan itu terkadang lebih banyak didorong oleh sisi emosional dibandingkan kerasionalan.