Apakah Kehidupan Sekolah Jepang Mirip dengan yang di Anime?

2/01/2019

Pertama, Anda harus menyadari bahwa beberapa adegan di anime kesukaan Anda tidak benar-benar terjadi di sekolah-sekolah Jepang.

Apakah Kehidupan Sekolah Jepang Mirip dengan yang di Anime

Anime tentang kehidupan sekolah menceritakan kejadian-kejadian seperti bercanda tawa di kelas, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler setiap tahun, mengerjakan tugas harian dan menghabiskan waktu bersama teman. Sayangnya, peraturan sekolah di Jepang lebih ketat dan banyak siswa tidak mempunyai waktu untuk berteman dan melakukan hal-hal lain. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk belajar dan mereka memiliki waktu yang sangat terbatas untuk hiburan.

Untuk lebih mengerti tentang keadaan sebenarnya, berikut adalah beberapa aturan yang harus dipatuhi siswa di kebanyakan sekolah :

1. Dilarang mengendarai mobil ke sekolah


Dilarang mengendarai mobil ke sekolah

Keselamatan adalah salah satu alasan utamanya. Banyak siswa yang berjalan kaki ke sekolah atau menaiki sepeda bila jarak ke sekolah tidak terlalu jauh. Sebagian lainnya menggunakan transportasi massal seperti kereta dan bis. Peraturan sekolah pun sering mengharuskan siswa untuk berdiri di bis atau kereta, agar kursi yang tersedia dapat digunakan oleh wisatawan sebagai bentuk kepedulian mereka.

2. Larangan melakukan aktivitas tertentu di tempat umum


Larangan melakukan aktivitas tertentu di tempat umum

Membaca buku sambil berjalan, mengunyah permen karet, atau melakukan hal-hal ‘tidak sopan’ lainnya dilarang oleh sekolah karena dapat mencoreng reputasi sekolah. Namun perilaku tersebut dianggap kurang penting seiring dengan makin jauhnya jarak antara siswa dan sekolah.

3. Wajib mengenakan seragam sekolah


Wajib mengenakan seragam sekolah

Ada beberapa variasi seragam yang terdapat disana, namun jenis yang paling umum adalah jas dan seragam pelaut.

Gaya jas : Kemeja putih lengan panjang wajib untuk murid lelaki dan perempuan, dilapisi dengan jas. Dasi wajib dipakai oleh semua murid. Kadang, murid perempuan diminta untuk mengenakan pita di dada.

Gaya sailor atau pelaut : Fitur utama untuk murid perempuan adalah kerah khas baju pelaut dan pita di dada. Sebaliknya, siswa lelaki mengenakan jaket berkerah tinggi dengan kancing berwarna emas, yang disebut Gakuran.

Sebagian besar dari mereka diijinkan untuk tidak memakai jaket selama musim panas dan hanya mengenakan kemeja putih lengan pendek. Murid lelaki umumnya mengenakan kaus dibalik kemeja.

4. Mengenakan sepatu khusus di dalam ruangan


Mengenakan sepatu khusus di dalam ruangan

Sekolah menyediakan loker atau rak sepatu, dimana mereka harus menyimpan sepatu dari luar ruangan dan mengenakan uwabaki (selop khas Jepang untuk di dalam ruangan) sebelum memasuki kelas. Tujuan utama memakai uwabaki adalah untuk meminimalkan biaya pemeliharaan kebersihan dan perawatan lantai, sebab sekolah tidak memiliki petugas kebersihan.

5. Tidak boleh membawa makanan ringan dan mie instan di sekolah


Tidak boleh membawa makanan ringan dan mie instan di sekolah

Makanan mengandung gula dan makanan olahan dilarang di banyak sekolah karena minim kandungan nutrisi. Mengijinkan siswa makan makanan tersebut akan berdampak pada banyak masalah kesehatan seperti gigi keropos, obesitas, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Untuk makan siang, siswa sering makan makanan yang disiapkan sekolah atau memakan bekal yang dibuat ibu mereka di pagi hari yang terdiri dari nasi, telur, ikan, buah dan sayur dan sebagainya.

Related Posts

Load comments

Comments