Kumpulan Kata Bijak Tan Malaka - Info Namina

Saturday, August 11, 2018

Kumpulan Kata Bijak Tan Malaka

Tan Malaka atau Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka adalah seorang pembela kemerdekaan Indonesia yang berpihak pada golongan sayap kiri bersama dengan tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia, juga pendiri Partai Murba, dan merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Kumpulan Kata Bijak Tan Malaka

Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, 2 Juni 1897 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 21 Februari 1949 pada umur 51 tahun.

Nah pada artikel kali ini Info Namina akan berbagi Kumpulan Kata Bijak Tan Malaka.

Kumpulan Kata Bijak Tan Malaka


  • “Bergelap-gelaplah dalam terang, dan berterang-teranglah dalam gelap.”
  • “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.”
  • “Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil itu sendiri."
  • “Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi.”
  • “Kalau suatu negara seperti Amerika mau menguasai samudra dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan."
  • “Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.”
  • “Bahwa kebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan, malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin."
  • “Modal bisa memenjarakan manusia, membuat manusia bekerja tanpa henti dari jam 5 subuh sampai jam 8 malam untuk kekayaan orang lain.”
  • “Bila seseorang ingin menaiki tangga sosial dan kebudayaan, mestilah merdeka lebih dulu. Dan pengetahuan tentang kemerdekaan di Barat 'lah dilahirkan dan dipergunakan.”
  • “Belajarlah dari Barat, tapi jangan jadi peniru Barat, melainkan jadilah murid dari Timur yang cerdas.”
  • “Cuma manusia pengecut atau curang yang tiada ingin melakukan pekerjaan yang berat yang bermanfaat buat masyarakat sekarang dan di hari kemudian itu.”
  • “Berpikir besar kemudian bertindak.”
  • “Revolusi Indonesia, bukanlah Revolusi Nasional semata-mata, seperti diciptakan beberapa gelitir orang Indonesia, yang maksudnya cuma membela atau merebut kursi buat dirinya saja, dan bersiap sedia menyerahkan semua sumber pencaharian yang terpenting kepada bangsa asing, baik musuh atau sahabat. Revolusi Indonesia, mau tak mau, terpaksa mengambil tindakan ekonomi dan sosial serentak dengan tindakan merebut dan membela kemerdekaan 100%. Revolusi Kemerdekaan Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan dibungkusi revolusi-nasional saja. Perang kemerdekaan Indonesia harus diisi dengan jaminan sosial dan ekonomi sekaligus.”
  • "Dari dalam kubur suaraku akan jauh lebih keras daripada di atas bumi."
  • “Kalau suatu negara, seperti Amerika, mau menguasai samudera dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan."
  • "Revolusi Indonesia sebagian kecil menentang sisa-sisa feodalisme dan sebagian yang terbesar menentang imperialisme Barat yang lalim ditambah lagi oleh dorongan kebencian bangsa Timur terhadap bangsa Barat yang menggencet dan menghinakan mereka."
  • "Tidak, tak ada sesuatu program revolusioner yang berarti, jika tak ada pergerakan revolusioner."
  • "Partai mesti berhubungan rapat dengan massa, terutama dalam kondisi penting, dengan segala golongan rakyat dari seluruh kepulauan Indonesia. Dengan tidak berhubungan seperti itu, tak akan ada pimpinan yang revolusioner."
  • "Revolusilah, yang bukan saja menghukum, menentang kecurangan dan kelaliman, tetapi juga mencapai sekalian perbaikan bagi yang buruk."
  • "Bahwa dalam suatu perjuangan kita harus berjuang terus sampai habis-habisan."
  • "Jiwa saya dari sini (Tokyo) dapat menghubungi golongan terpelajar (intelektual) dari penduduk Indonesia dengan buku sebagai alat."
  • "Dalam tiap-tiap macam perjuangan inisiatif mempunyai nilai besar."
  • "Dengan ini kami juga mau membuktikan kepada pembaca-pembaca Indonesia kita, bahwa semua usaha lawan-lawan kita untuk menindas “cita-cita” akan sia-sia belaka."
  • "Seandainya kita tak mendapatkan kemenangan yang lengkap, kita sedapat mungkin dapat menghindari kekalahan."
  • "Padi tumbuh tak berisik."
  • "Kita tak boleh merasa terlalu pesimis, pun tak boleh merasa terlalu optimis, karena kedua perasaan itu akan mudah membawa kita kepada oportunisme."
  • "Teranglah sudah bahwa tongkat karet dan pistol tak akan mampu mengundurkan rakyat yang sedang melangkah maju."
  • "Kamu tak akan kehilangan sesuatu milikmu kecuali belenggu budakmu."
  • "Selama Indonesia ke dalam tetap bersatu dan solider, selama itu mereka (negara imperialis) akan menangguhkan usahanya merampas Indonesia. Akan tetapi, begitu perpecahan di dalam, mereka akan segera mendapatkan jalan melaksanakan untuk sekian kalinya politik devide et imperanya (memecah belah rakyat dalam golongan-golongan untuk dikuasai)."
  • "Terdapat cukup alasan yang meramalkan bahwa kapitalisme dunia segera akan runtuh."
  • "Jika kapitalisme kolonial di Indonesia besok atau lusa jatuh, kita harus mampu menciptakan tata tertib baru yang lebih kuat dan sempurna di Indonesia."
  • "Kelahiran suatu pikiran sering menyamai kelahiran seorang anak. Ia didahului dengan penderitaan-penderitaan pembawaan kelahirannya."

Nah itu dia Kumpulan Kata Bijak Tan Malaka. Oke demikian untuk artikel kali ini, jangan lupa share ke teman kamu di social media dan follow juga social media kami untuk artikel menarik lainnya.
Disqus comments