Cara Menjadi Pribadi yang Mempesona - Info Namina

Monday, October 8, 2018

Cara Menjadi Pribadi yang Mempesona

Cara Menjadi Pribadi yang Mempesona

Selalu tersenyum pada orang lain

Orang akan lebih senang melihat wajah yang dihiasi senyuman daripada wajah yang selalu disertai ratapan atau keluhan.

Berubahlah dengan waktu dan tempat

Jangan selalu menuruti perasaan negatif, seperti: merasa bosan, lelah, jenuh, tersiksa dengan tempat atau masa lalu. Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersama Kamu! Menangislah, dan Kamu akan menangis sendirian! Mutiara kata ini mengisyaratkan agar kita selalu berbahagia dimana pun kita berada dan kapan pun.

Jika kita merasa sebagai orang yang paling sedih atau menderita di dunia ini, yakinlah bahwa masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada kita.

Carilah kenalan, teman, sahabat, relasi sebanyak-banyaknya

Sering-seringlah bepergian, menjelajahi dunia. Semakin sering Kamu bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, maka kepribadian Kamu akan semakin matang tanpa Kamu sadari.

Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri

Dengan cinta, hidup menjadi indah, persahabatan menjadi langgeng, dan silaturahmi tetap terbina. Tentunya cinta yang diberikan secara tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan kecuali dari Allah semata.

Hargailah dan nikmatilah alam

Dengan menghargai alam, jiwa menjadi tenang. Dengan menikmati alam hati menjadi senang. Temukanlah rahasia sesuatu itu tampak menarik, misalnya: bunga yang mekar, surya yang bersinar, sawah yang terhampar.

Hargailah orang lain

Misalnya dengan cara membuatnya bahagia, tersenyum, tertawa, memberi pujian yang tulus. Membahagiakan orang lain akan membuatnya membahagiakan kita di saat yang tak terduga, percayalah!

Jaga tingkah laku

Banyaklah mendengarkan dan berpikir daripada berbicara, kecuali bila waktunya untuk berbicara. Dengan menjaga lisan dan perbuatan kita, berarti setengah pertempuran hidup telah kita menangkan.

Jangan kekanak-kanakan

Sikap dewasa menunjukkan kepribadian yang kuat dan mempesona. Betapa banyak orang tua yang bahkan belum dewasa! Salah satu tanda kedewasaan seseorang antara lain adalah dari sikap, tutur kata, dan caranya di dalam mengambil keputusan secara arif dan bijaksana.

Jangan mencari kesalahan orang lain

Hidup kita terlalu singkat untuk melakukan hal ini.

Jangan rendah diri

Sudah seharusnyalah kita menerima dan memperbaiki kekurangan kita tanpa pernah merasa minder atau kecil di depan orang lain. Percayalah, tidak seorang manusia pun yang sempurna di muka bumi ini!

Jangan sombong

Ketahuilah bahwa selalu ada yang lebih daripada kita. Kesombongan menandakan kekosongan.

Kembangkan minat pada berbagai hal

Jangan membatasi diri Kamu, perluas bakat, minat, kemampuan, pengetahuan, dan keahlian Kamu. Memiliki satu keahlian atau spesialisasi akan terasa lebih baik dan sempurna jika ditunjang dengan keahlian dalam bidang yang lainnya, sehingga Kamu akan semakin "bersinar" dan penuh pesona.

Selalu baik pada orang lain

Jangan pernah merasa dendam sekalipun kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti kita. Cintailah yang di bumi, niscaya yang di langit akan mencintaimu.

Selalu belajar

Semakin sering Kamu belajar, maka semakin banyak yang Kamu ketahui. Ilmu ini dapat menjadi lahan amal bagi Kamu, sehingga Kamu merasakan nikmatnya berbagi dan indahnya ilmu.

Selalu mengikuti informasi dan perkembangan terkini tentang apapun

Dengan banyak mengetahui hal yang paling baru, maka Kamu akan tampil semakin percaya diri dan penuh pesona. Semakin banyak hal baru yang Kamu tahu, maka akan semakin banyak pula yang mencari dan mengejar Kamu...yakinlah!

Selalu tegap, sigap, dan siap

Posisi atau postur tubuh Kamu di dalam berkomunikasi dengan orang lain akan mengungkapkan siapa diri Kamu yang sebenarnya. Oleh karenanya, milikilah rencana, target, dan strategi (persiapan) yang matang dan semangat yang tak pernah pudar!

Senang bekerja sama dengan orang lain

Inilah yang membuat jaringan (network) kita semakin luas, erat, dan kuat.

Senang menolong orang lain

Dengan gemar menolong orang lain, maka pada hakikatnya kita menolong diri kita sendiri. Semakin banyak orang yang kita tolong, maka akan semakin sering pula kita ditolong oleh Allah dengan cara-Nya yang tak terduga.

Terimalah nasib apa adanya

Tetaplah tenang dan tabah, ingatlah bahwa "badai pasti berlalu" dan "roda itu berputar". Jangan suka mengeluh, menggerutu, atau bahkan mencaci-maki nasib. Jangan sampai berkata atau menganggap bahwa Allah itu tidak adil! Justru di sinilah letak keadilan-Nya.
Disqus comments